Sejarah Desa Belabori

Desa Belabori merupakan salah satu Desa dari 5 (Lima) Desa dan  2 (Dua) Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Parangloe, dibentuk pada tahun 2006 berdasarkan Peraturan Daerah Kebupaten Gowa Nomor 9 Tahun 2005 tentang pembentukan desa-desa dalam wilayah Kabupaten Gowa.

Desa Belabori ini merupakan hasil pemekaran dari 2 (Dua) Desa yakni Desa Belapunranga dan Desa Borisallo. Penamaan Desa Belabori ini merupakan perpaduan antara dua desa yakni, kata Bela: berasal dari Desa Belapunranga dan kata Bori: berasal dari desa Borisallo sehingga dinamakan menjadi Desa Belabori. Jadi, desa Belabori berarti gabungan antara dua nama Desa sebelumnya.

Pada masa terbentuknya menjadi Desa Belabori, yakni pada tahun 2006. Desa ini dipimpin oleh Pejabat Kepala Desa yang pertama yakni Bapak HADI MILE, S. Sos. kemudian pada tahun 2007 dipimpin oleh

Bapak SULTAN M. yang menjadi Kepala Desa berdasarkan hasil dari Pemilihan Kepala Desa yakni periode 2007-2012 dan pada tahun 2013 dipimpin oleh Bapak H. BURHAN MONE, yang menjadi kepala desa berdasarkan hasil pemilihan kepala desa pada periode 2013-2019. Kemudian pada tahun 2019 dipimpin oleh Bapak ABDUL KADIR, yang menjadi kepala desa berdasarkan hasil pemilihan kepala desa pada periode 2019-2025.

Desa Belabori salah satu daerah atau wilayah di kecamatan parangloe yang beriklim tropis, dipengaruhi oleh dua musim yaitu musim hujan dan kemarau, dari tahun ketahun curah hujan selalu merata disetiap dusun. Sedangkan topografi Desa Belabori adalah Desa yang memiliki kondisi wilayah tanah 65% daratan dan 35% terdiri dari bukit dan pegunungan, dengan suhu udara 18-35o C. Kelembaban udara relative mencapai 35% dan terendah 20% dengan curah hujan antara 2.562 mm/tahun.

Desa belabori dengan jumlah penduduk 1.719 jiwa terdiri dari laki-laki 886 jiwa, perempuan 419 KK dengan penganut agama islam 99%. Mata pencaharian penduduk terbagi beberapa bidang dan lapangan kerja antara lain : Petani, Pedagang, Sopir, Buruh, Karyawan Swasta, Guru, PNS dan TNI/POLRI.